Kupersembahkan Blog Ini Untuk Orang Yang Pernah Mendiami Relung Terdalam di Hatiku, "BINTANG"

Pages

Everything here is about you, my lovely star,

I'm sure that one day you will read this blog and give smile for this.

My love, here I am with all my feelings,

I hope the breath of your love always blow even just through the wind

My lovely breath,

Recesses of my heart always decorate by your beautifull face

My angel,

Fly here with the whole of your long vibration

My dear,

I love you.

Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Maret 2012

Hanya Ruh Cintamu



Bintangku..

Jika badai sanggup meruntuhkan beringin yang tengah menjulang..
Maka cinta mampu menerjang dinding pembatas di hatiku..

Jika gelombang pasang sanggup menghancurkan karang..
Maka rindu telah meremukkan seluruh isi dalam dadaku..

Jika gempa telah merobohkan bangunan-bangunan kokoh..
Maka kenanganlah yang sebenarnya membuatku tersungkur..

Cintaku,,
Aku tak tahu di mana kamu sekarang,,

Sayangku,,
Aku tidak tahu bagaimana wujudmu sekarang,,

Kekasihku,,
Aku tidak pernah lagi merasakan kehangatan di dekatmu,,

Pujaan hatiku,,
Bahkan aku tak pernah tahu bagaimana suaramu bergetar merdu..

Duhai Bintangku,,
Ketahuilah bahwa aku masih merasakan wangi aroma cintamu..

Aku masih merasakan keberadaanmu,,
Masih masih dan masih..

Telah kurelakan seluruh luka ini sebagai persembahan,,
Biarlah duri-duri ini tetap menusuk..

Aku rela,,
Kau memang jauh entah di mana..

Mungkin ragamu untuk yang lain..
Namun ruh cintamu akan selalu ada di haiku..

Hanya Ruh Cintamu..

Senin, 30 Januari 2012

Merindukanmu



Aku
Merindukanmu
Aku merindukanmu
Benar sangat merindukanmu
Setiap hari semakin merindukanmu 
Semakin hari semakin kumerindukanmu
Kian jauh jarak kita kian kumerindukanmu
Kekasih hatiku, sangat kumerindukanmu
Sungguh sangat merindukanmu
Jujur ku sangat merindukanmu
Karena aku merindukanmu
 
Aku merindukanmu
Merindukanmu 
Sayang 
Ku
 

Minggu, 29 Januari 2012

Sajak Semalam

Semalam pujaan hatiku mengirimkan sebuah pesan ucapan terimakasih. Entah untuk apa. Aku selalu berusaha untuk tak berpuisi dan bersajak di depannya. Tapi memang setiap untaian kata yang mengalir dari tangan dan lisanku selalu saja berbentuk sya'ir. Aku terlanjur mengalunkannya untuk kekasih hatiku.

Bidadariku, banyak yang ingin kubicarakan sebenarnya.
Tapi lidahku sudah keluh.
Tanganku sudah lelah.
Hatiku sudah mati.
Otakku sudah bebasl.
Kakiku sudah pincang.
Aku tidak pernah tahu.
Sebenarnya sakit apa aku ini.
Yang aku tahu hanya engkau penawarnya.

Aku tak berharap sakit ini harus ditawarkan.
Biarlah demam menghapus dosa.
Aku tak pernah berharap semua luka terbalut.
Karena kasa seluas bentangan langit dan bumi tak akan pernah cukup.
Aku tidak terlalu berharap kamu kembali.
Bukankah cintamu setiap detik selalu menaungi panasku?
Bukan dihargai dan dianggap harapanku.
Karena kamulah yang begitu berharga di hatiku.
Aku tidak berharap engkau kembali mencintaiku.
Karena sayangmu sudah jauh melekat sejak sebelum kita saling mengenal.
Aku bisa mencintaimu dengan segala kebodohan dan kegilaanku.
Yang orang lain tiada mampu.
Aku bisa melayang.
Hanya dengan mengingat pita merah muda yang menghias ujung jilbabmu.
Aku bisa tertawa dan menangis.
Hanya dengan menatap langit, kemudian kulukis wajahmu saat aku sendiri.

Senin, 26 Desember 2011

Yang Aku Tahu, Bintang


Bintang,,

Saat ini aku tidak tahu bagaimana keadaanmu.
Aku tidak tahu seperti apa sinar yang dipancarkan kedua bola matamu saat ini.
Aku tidak tahu siapa lagi yang tersimpuh ketika melihat senyum termanismu.
Aku tidak tahu siapa lagi yang sudah terpikat oleh harum nafas cintamu.
Aku tidak tahu tangan siapa yang mengusap air matamu ketika mengalir.
Aku tidak tahu badan siapa yang telah hangat oleh kasih sayangmu ketika dia menggigil.
Aku tidak tahu siapa yang telah bahagia mendapat suapan-suapan mesramu.

Aku tidak tahu hati siapa yang sedang kau tanami bunga-bunga mawar dari bibirmu.

Sabtu, 17 Desember 2011

Mutiara untuk Sang Bintang


Siapa yg sanggup membasahi hati yg terlanjur kering ini?
Sedang aku hanya butuh embun kasih darinya.
Embun yg menetes tiap-tiap tangan tergenggam.
Yang telah menumbuhkan bunga-bunga cinta.
Di setiap jalan yg terlewati. (
03 Desember 2011)

Duhai Tuhanku yg Maha Kasih,,
Sampaikan salam rinduku untuk kekasih,,
Yg telah jauh dan tak kan pernah kembali,,
Sampaikanlah lewat deras air hujan ini,,
Berikan pesan padanya,,
Betapa cintanya tlah menggenangi ladang kesetiaanku,,
(03 Desember 2011)

Duhai sang pengagung cinta,,
Jgnlah bersedih, jgnlah bersedih, jgnlah bersedih,,
Aku melangkah bersama kalian,,
Mutiara-mutiara doaku selalu kutebar untuk kalian,,
Akan kuisi bejana-bejana perak kalian dg emas,,
Iya, emas kemuliaan atas keteguhan hati kalian,,
Smg Dzat Yg Maha Kasih mencintai kalian,,
Melebihi keagungan cinta kalian,,
(03 Desember 2011)

Aku Tidak Akan Pernah Berhenti Mencintaimu


Dari catatan Facebookku pada 7 Juli 2011 jam 10:01
Bilakah mungkin aku melupakanmu, sedang janji terlanjur diucap?
Ataukah sanggup menepis bayangmu, padahal aku sudah berlari jauh?
Mungkinkah semat kasih yg kita teguhkan sirna begitu saja, sedang wajahmu telah menghias relung hatiku?
Duhai makhluk indah yg tinggi semampai, harum pesonamu sejenak terhirup pekat..
Membuatku tak sanggup bernafas, sesak sekali sayang..
Tidakkah ingin kau sentuh lembut dada ini?
Sembari mengucap rindu padaku?
Ah, buat apa bermimpi terlalu dalam??
Sedang engkau tertawa dalam lautan apimu..
Cukuplah engkau merasakan halus getar-getar rasa yg berhembus ini..
Selamat tersenyum bersama dirinya,,
Akan kusumbang air mata darah untuk melukiskan kebahagiaanmu..
Sayang..

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More